[FR] Ke Keraton Solo & Masjid Agung Keraton Solo

Prolog: cerita ini merupakan lanjutan cerita trip ini atau cerita di hari kedua di edisi liburan lebaran saya pada beberapa waktu yang lalu..

sebagaimana judul thread, bahwa untuk kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya berkunjung ke 2 tempat bersejarah yang ada di kota kelahiran presiden Jokowi tersebut. dan untuk diketahui, bahwa berkunjung tempat ini tuh sudah cita-cita saya sejak lama. dan Alhamdulillah, pada edisi libur lebaran tahun ini cita-cita saya itu pun terkabul..

lalu, hal-hal menarik apa sajakah yang saya temui dalam kunjungan perdana saya ini? untuk lebih jelasnya, ikuti penuturan kisahnya di bawah ini..


Siang itu (lupa tepatnya jam berapa) kamis 6 Juli 2017, dengan naik bus Eka Patas jurusan Jogja-Surabaya saya pun tiba di kota Solo atau tepatnya di terminal Tirtonadi, sebuah terminal bus terkemuka di kota ini. Dari sini untuk menuju destinasi yang saya tuju, menurut info yang saya dapat saya diharuskan naik angkutan Batik Trans Solo (BTS) atau naik ojek on line. Tapi sebelum saya melanjutkan itu, terlebih dahulu saya berkeliling-keliling di area ini (walau nggak keseluruh area sih) buat "menikmati" kemegahan terminal ini. Ya terminal ini konon jadi terminal terpadu pertama di Indonesia yang bangunan atau fasilitasnya dibuat megah dan mewah. Ya dibuat hampir sekelas Bandara lah (katanya). Ajang berkeliling ini juga saya jadikan sebagai sarana saya buat cari-cari informasi seputar angkutan umum apa yang baiknya saya pakai buat menuju lokasi destinasi saya itu..

Oh ya terkait mencari informasi ini, memang walau saya dari awal sudah ada sedikit gambaran (minimal untuk menuju ke sana opsinya ada 2; naik BTS atau ojek online) namun informasi akurat nan jitu dari warga setempat tentu akan lebih meyakinkan saya. Dan Alhamdulillahnya, dari berburu informasi itu akhirnya saya dapat pencerahan dari seorang petugas/kru terminal bahwa buat menuju ke sana kita bisa naik angkot 1x saja. Nah berbekal info ini, akhirnya saya putuskan bahwa saya akan memakai opsi ini. Pertimbangannya pertama irit bos. Trus kedua kalau pakai 2 opsi awal ribet. Yang BTS katanya mesti transit atau nggak ada yang langsung (walau padahal tarifnya murah), sedang untuk ojek on line mesti buka aplikasi dulu. Iya kalau jaringan lancar. Kalau nggak, ya lama. Mending lama juga kalau dapat. Lha ini mah kadang hanya bikin boros kuota dan batre hp saja, sementara dapat mah nggak..

*di situ kadang saya merasa ingin banting hp saya sendiri

Tetapi, keputusan saya memilih moda transportasi angkot ini pun pada akhirnya berujung sedikit kekecewaan bagi saya. Memang apa yang terjadi kemudian? Nanti deh saya ceritain selengkapnya di bawah..

Back to the story

Setelah mantap memilih opsi yang dimaksud dan kemudian mencari angkot yang sesuai petunjuk petugas/kru terminal tersebut, selanjutnya saya pun otw ke tempat yang saya tuju di kota ini yakni Keraton Solo dan Masjid Agungnya, dengan naik angkot yang melayani rute itu. Saya lupa no/kode angkotnya berapa, tapi yang pasti patokannya yang melewati Pasar Klewer. Karena untuk sampai di tujuan saya, saya cukup turun di Pasar Klewer saja dan nanti tinggal jalan kaki ke lokasinya (menurut info yang saya dapat sebelumnya). Yang saya ingat waktu itu angkotnya warna kuning dengan tampilan luarnya yang agak jelek bin kusam..

Sebenarnya waktu itu ada sih yang lebih bagus angkotnya dan di awal-awal saya sempat mau naik angkot itu. Cuma belakangan saya disuruh pindah ke angkot yang kuning tersebut. Agak kecewa sebenarnya, soalnya angkot yang tadinya saya naiki itu selain bagus juga keren (pake banget). Pokoknya tampak seperti armada gresslah, secara luar dan dalam. Bahkan menurut saya, itu angkot terkeren yang pernah saya lihat selama ini di Indonesia. Masa sih? Kalau anda nggak percaya boleh lihat nanti fotonya di bawah..





seperti inilah penampakan angkot saya maksud itu.. benar kan keren?



*sumber gambar mbah Google



Walau sempat agak kecewa waktu itu, tapi saya harus tetap menerimanya. Sing penting aku iso tekan neng keraton karo angkot jelek sing tak tumpaki iku.. Hehe

 

*tapi kelak akhirnya saya bisa menaiki angkot tersebut pas pulang dari lokasi kunjungan 

Skip

Dan dengan angkot yang kusam itu, saya pun tiba di lokasi. Cuma sebelum saya melanjutkan ke destinasi saya yang pertama ini, ada kejadian yang tak terduga yang saya alami pada saat itu. Ceritanya kan pas turun dari angkot itu saya mau bayar ongkos ke supirnya dengan uang pecahan 10ribuan. Fikir saya sih paling tarifnya sekitar 5-6ribuan. Toh di daerah saya juga tarif angkot maksimalnya segitu. Namun di luar dugaan, si supir angkot tersebut minta tambahin lagi 5 ribu. Sontak permintaan dia itu bikin saya kaget bin heran, soalnya jatuhnya jadi mahal bingit. Tadinya saya enggan mengamini permintaan si supir itu, sebab menurut saya uang yang saya kasih sebelumnya itu (10k) sudah terlalu mahal. Tapi dengan dalih katanya (si supir itu) saya diantar pas sampai lokasi padahal aslinya rute angkotnya tidak melewati destinasi yang saya tuju, jadinya saya terpaksa deh nambahin 5k..

Yang membuat saya agak kecewa dari kejadian ini adalah si supir ini ternyata sebelumnya sempat menawarkan ke saya pas di tengah perjalanan, tapi sayanya sendiri nggak merasa mengiyakan tawaran itu (atau sayanya nggak mendengar atau nggak ngeh). Apa jangan-jangan si supir ini cuma mengada-ngada, hanya karena saya ini bukan warga asli daerah sana hingga bisa seenak hati menggetok tarif tinggi buat penumpang di angkotnya? Ntahlah, yang pasti saya waktu itu posithif thinking saja sambil diikhlasin uang tambahin 5k tersebut. Mungkin memang benar ada deal-dealan itu. Cuma karena saya nggak faham (ngomongnya pakai bahasa jawa bro), ya saya main iyain saja. Saya hanya berharap, semoga kejadian ini bisa diambil hikmahnya buat ke depannya..


Ok back to topic

Setelah turun dan kemudian bayar angkot itu, selanjutnya saya jalan kaki ke lokasi wisata saya yang pertama di kota ini yakni Keraton Solo. Dari turun angkot sampai ke tkp jaraknya cukup dekat, jadi kalau jalan kakinya juga nggak terlalu capek. Sampai di lokasi kemudian saya ke loket buat beli tiket masuk, dan selanjutnya masuk ke area keraton Solo..


beberapa spot foto yang sempat saya abadikan di area Keraton Solo kala itu

*maaf jika foto-fotonya nggak banyak, maklum waktu itu saya agak merasa lelah bin capek..hehe

Nggak lama saya di Keraton Solo karena waktu itu saya agak merasa capek bin lelah. Karena itu selanjutnya saya pun capcus keluar, buat menuju ke lokasi wisata berikutnya yaitu Masjid Agung Keraton Solo. Dari Keraton buat menuju ke sana tinggal jalan kaki karena jaraknya juga dekat. Ya kira-kira 500m lah jaraknya. Di tempat kunjungan saya yang kedua ini saya hanya numpang istirahat saja sebentar sama menunaikan kewajiban sholat Dzuhur dan Ashar (dijamak)..

 

plang Masjid Agung, gerbang depan & pintu masuk ke area masjidnya

penampakan di area terasnya

kalau penampakan fasilitas toiletnya yang tampak bersih dan apik

sedang ini penampakan ruang utama sholatnya

terus ini pintu masuk masjid buat kaum perempuan

tampak juga menaranya yang menjulang

wow, ternyata di masjid ini uth menyediakan fasilitas ambulance gratis buat masyarakat yang kurang mampu

sebuah bangunan yang berada di sekitar area masjid, yang ntah fungsinya buat apa

Skip again

Setelah dirasa cukup kunjungannya, selanjutnya saya pun memutuskan buat cabut dari sini untuk kemudian pergi ke stasiun Solo Balapan, guna persiapan kepulangan saya ke area Daop 1..

FYI: sengaja saya mengambil start kepulangan dari Solo biar nggak capek bolak balik ke Jogja lagi (memang dari awal sudah direncanakan begitu oleh saya)

Oke itulah teman-teman cerita singkat saya tentang petualangan liburan saya di Solo pada bulan beberapa waktu yang lalu. Terima kasih bagi yang sudah menyimak dan mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangannya. Sekarang saya mundur dulu sebelum nanti lanjut dengan jurnal trip kepulangan saya ke daerah asal..

Daaagh...,,  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[TR] KA Menoreh 150 Pasar Senen-Semarang Tawang

Mencoba KA Premium, di Mataram Premium

[TR] KA Bima 44, Gambir-Purwokerto (17 Agustus 2016)