Pertama dan Terakhir dengan KA Senja Semarang (TR zadoel)

Prolog: alkisah di suatu hari di sekitar penghujung bulan Agustus 2013, saya mendapat info kalau PT KAI akan merilis tiket promo untuk semua KA komersil yang masih dan sedang beroperasi pada saat itu, untuk periode perjalanan selama bulan September 2013 dengan periode pemesanan di waktu yang sama pula. promo ini diadakan dalam rangka menyambut HUT PT KAI yang ke 68, yang jatuh pada 28 September 2013..

promo yang diberi tajuk "Sepetember Ceria" ini tarifnya beragam, tergantung rute dan kelasnya. jika makin dekat rutenya atau paling bawah kelasnya, maka tarifnya akan semakin "miring". nah berhubung pada waktu itu saya tergiur, maka selanjutnya saya berburulah tiket promo itu (pas mulai rilis) dan kemudian didapatlah 4 kereta dengan rincian; 2 kelas ekse dan 2 kelas bisnis dari 3 jenis KA yang berbeda, dengan total semua biaya 125k (murah kan?)..

dan dari ketiga jenis KA itu, salah satunya adalah kereta bisnis Senja Utama Semarang dengan rute Pasar Senen-Semarang Tawang yang perjalanannya akan saya jurnalkan pada kesempatan kali ini. kala itu saya ngambil promoan KA ini karena 2 hal; ingin jajal (karena belum pernah nyoba) dan ingin nyoba naik KA yang jalur utara (first time to me)..

waduh panjang amat ya prolognya? haha. yo wis deh, kita mulai saja seperti apa kisahnya di bawah ini..


Sore itu sabtu 28 September 2013, usai menghadiri sebuah acara rapat di suatu ormas/komunitas di tempat saya a.k.a daerah Bogor kota, saya kemudian capcus ke stasiun Bogor untuk menuju stasiun Pasar Senen. Skip, nggak perlu waktu lama buat saya untuk bisa tiba di PSE pada saat itu. Soalnya kebetulan lalu lintas KRLnya lagi lancar. Bayangkan, saya cuma butuh waktu 1 jam lebih sedikit buat tiba di stasiun pemberangkatan KA jarak jauh terbesar kedua (setelah Gambir) itu..

Setelah sampai, kemudian saya istirahat dulu sambil makan nasi yang saya bawa dari tempat saya rapat tadi..

*ceritanya saya dapat jatah nasi box di acara rapat itu

 

beginilah suasana di PSE sore itu (area peron 3 & 6), saat saya pertama kali datang

kalau ini suasana di pintu gate in/out yang buat para penumpang KRL

dan kepergian KA Senja Utama Yogyakarta di PSE menyambut kedatanganku sore itu

dan ini suasana di Mushola "darurat"nya

*harap maklum, waktu itu Mushola PSE yang sebenarnya sedang tahap renovasi

sedang ini suasana di ruang tunggunya malam itu

suasana boarding pass KA Bogowonto ketika itu

suasana di selasarnya yang tidak begitu ramai

plang PSE di salah satu sudut bangunannya

suasana di area loketnya malam itu

Selanjutnya saat waktu menjelang pukul 7 malam atau saat KA Bogowonto genap akan lepas landas di PSE (saat itu mas Bogo berangkat jam 18:55), ada pengumuman kalau para calon penumpang KA Senja Utama Semarang untuk perjalanan di hari itu, sudah diperbolehkan masuk peron. Dan karena saya termasuk di dalamnya, maka saya pun kemudian ikut masuk peron a.k.a boarding pass. Oh ya sekedar info; saat itu KA Senja Utama Semarang berangkat di stasiun Pasar Senennya dari peron satu. Jadi waktu itu kita para calon penumpang boarding passnya via pintu utara..

Skip, setelah masuk kemudian saya naik ke kereta yang kebetulan sudah stabling di jalur 1 dan tak lupa taruh barang bawaan saya di bagasi. Selanjutnya? Ya tunggu kereta berangkat yang dijadwalkan berangkat pukul 8 kurang 10 menit atau jam 19:50.. Hehe


penampakan rangkaian kakang mas Senja Semarangku saat itu di PSE

beginilah penampakan kereta tempat duduk saya (Bisnis 4), saat awal-awal saya masuk

no kode kereta saya; K2 0 91 05 SMC

suasana peron satu PSE kala itu (setelah saya boarding pass)

penampakan lokpennya KA Senja Semarang buat perjalanan hari itu

penampakan toilet & salah satu pintu keretanya, terkhusus di kereta saya

dan ini bagasinya..
banner iklan sebuah Bank yang melekat di tempat duduk kereta ini

*dulu melihat beginian di kereta, serasa tidak lazim menurut saya

Tapi waktu itu badan agak cape juga sih. Jadi pas itu langsung duduk pewe di seat saya yang kali ini dapat di kereta bisnis 4 no 11B. Asyiknya, saat itu rekan sebangku saya (yang ngisi seat no 11A) belum ada. So kesempatan buat saya duduk rebahan sambil istirahat pun, bisa saya maksimalkan.. Haha

*kelak sampai di tujuan pun, saya tetap menikmati seat itu (seat 11A-B) seorang diri..mantap kan???

Dan waktu yang dinantikan pun telah tiba, saat satu-satunya KA bisnis yang melayani rute Jakarta-Semarang PP itu diberangkatkan dari stasiun Pasar Senen tepat pada jam 7 malam lewat 50 menit..

Sekedar info: KA bisnis yang melayani rute Jakarta-Semarang PP asalnya ada 2 per harinya, yaitu; KA Fajar Utama Semarang (berangkat pagi) & KA Senja Utama Semarang (berangkat malam)..tapi per tahun 2012, KA Fajar Utama dihapus dan kemudian digantikan dengan KA Menoreh yang merupakan rangkaian KA Ekonomi komersial dengan konfigurasi seat 2-2..selanjutnya pada tahun 2014 KA Senja Utama juga dihapus dari peredaran dan kemudian diganti dengan KA Menoreh 2..jadi mulai tahun 2014 sampai sekarang, KA bisnis yang melayani khusus rute Jakarta-Semarang PP sudah tidak ada karena semuanya sudah diganti dengan KA Menoreh dengan 2x jadwal pembarangkatan (pagi & malam) dari kedua arahnya..namun belakangan per 1 April 2017, jadwal Menoreh ini pun dikurangi menjadi 1x pemberangkatan dari kedua arahnya


Back to trip

Di awal perjalanan, karena kondisi badan capek plus perut kekenyangan, sempat membuat saya sering tertidur di beberapa petak walau cuma sekejap. Gara-gara hal itu, saya sampai nggak tahu pas kereta berhenti di stasiun Cirebon. Tapi sampai sejauh itu, perjalanan kami masih lancar-lancar saja walau saya nggak tahu persis saat tiba di CN si kang mas Senja Semarang ini telat atau tidak..

suasana di stasiun Tegal, saat kami berhenti pada perjalanan malam itu

kalau yang ini saya lupa-lupa ingat pas dimana

ini juga..hehe tapi kalau dilihat-lihat sih, sepertinya pas berhenti di stasiun Pekalongan deh..soalnya saya agak hafal area peron stasiunnya


Namun semuanya berubah semenjak negara api menyerang #ehsalah (maksudnya) setelah tak lama kami melewati CN. Dimulai sering berhentinya kami di luar jadwal a.k.a BLB di stasiun-stasiun kecil seperti Losari, Tanjung dan Bulukumba buat tunggu silang kereta yang dari arah timur. "Penderitaan" kami tak cuma sebatas itu saja, tapi di luar dugaan kadang kami harus tunggu silang 2 kereta sekaligus. Yang "lebih parah", bahkan dengan KA yang kelasnya lebih rendah pun (Kertajaya), kita mesti mengalah. Padahal ini di luar kebiasaan, mengingat harusnya kami lebih diprioritaskan karena kasta kami lebih tinggi..


Gara-gara banyak rintangan itu, jadinya perjalanan kami banyak tersendat hingga menyebabkan kami telat cukup lumayan pas tiba di stasiun tujuan yaitu di stasiun Semarang Tawang. Sebenarnya terkait banyak rintangan ini, saya rada memakluminya karena saat itu jalur kereta pantura sedang ada proyek penyelesaian tahap akhir jalur ganda dari petak Cirebon sampai Surabaya. Cuma walau begitu, telatnya si kangmas Senja Semarang ini bikin hati saya dag dig dug ser mengingat esok paginya saya harus "balik kandang" again ke Jakarta dengan kereta ??? (rahasia dong)..


*tenang koq, nanti juga ada jurnalnya


Kalau telat kan nanti sayanya nggak punya waktu yang cukup buat prepare naik kereta yang dimaksud. Apalagi jadwal keberangkatannya pagi banget (setengah 6 cuy)..


Dan akhirnya perjalanan kami pun tiba di stasiun terminusnya yaitu stasiun Semarang Tawang, saat waktu menunjukan jam 4 pagi lewat 23 menit. Huufft, cukup melelahkan juga memang perjalanan ini. Tapi apa mau dikata, seperti itulah "fakta dan realita"nya perjalanan KA Senja Utama Semarang di hari itu yang mungkin tak memuaskan para penumpangnya dikarenakan banyaknya hambatan selama di perjalanannya. Dan saya yang termasuk diantara yang merasakan hal itu. Ironisnya, ini terjadi pada saat pertama kali mencoba naik KA tersebut. Ibaratnya, kesan pertama saya dengan kangmas Senja Semarang ini kurang begitu menyenangkan. Apesnya bagi saya, saya belum bisa mencobanya lagi (dengan berharap dapat kesan yang lebih bagus lagi daripada ini) hingga sampai KA ini tutup usia. Jadilah first time saya dengan KA Senja Semarang pada saat itu, jadi kesempatan saya pertama dan sekaligus yang terakhir saya naik KA ini tapi dengan kesan TIDAK MENYENANGKAN..

*nah lho, koq jadi curhat? ah elaaahh

suasana di SMT kala itu, saat para eks penumpang KA 92 pada turun dari kereta

penampakan dari luar, gerbong kereta yang jadi tempat duduk saya di perjalanan kali ini

(masih) suasana di SMT saat itu, saat para eks pnp KA Senja Semarang berbondong-bondong untuk segera keluar dari area stasiun

area masjid yang ada di stasiun Semarang Tawang

FYI: masjid ini lokasinya berada di luar area peron

suasana di area parkirnya SMT kala itu

platname KA Senja Utama Semarang


Ok, karena ceritanya sudah sampai di tujuan, berarti tuntas sudah saya mewartakan cerita perjalanan saya dengan kangmas Senja Semarang di hari itu atau bertepatan dengan hari ultahnya PT KAI yang ke 68. Mohon maaf jika ada kata-kata atau kalimat yang kurang berkenan. Sebelum pamit, seperti biasa saya akan cantumkan lapkanya..

Pasar Senen 19:50
Jatinegara 19:58
Bekasi 20:12
Cikampek 20:57
Haurgeulis 21:35
Jatibarang? 22:10
Losari BLB 23:37
Tanjung BLB 23:48 tunggu silang Menoreh 107
Bulukamba BLB 00:25 tunggu silang Kertajaya & Harina
Tegal (berhenti normal) 01:40
Pemalang (berhenti normal) 02:07
Pekalongan (berhenti normal) 02:36
Ujung Negoro BLB 02:58
Weleri (berhenti normal) 03:38
Semarang Tawang 4:23

*telat 1 jam 33 menit dri jadwal di tiket

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[TR] KA Bima 44, Gambir-Purwokerto (17 Agustus 2016)

[TR] KA Menoreh 150 Pasar Senen-Semarang Tawang

Pengalaman Ternyaman di KA Kertajaya (TR zadoel)