Pengalaman Ternyaman di KA Kertajaya (TR zadoel)

Prolog: kisah trip ini, merupakan kisah kepulangan saya dari kota Pekalongan saat usai menghadiri sebuah acara di daerah sana..

*lihat kisah trip keberangkatannya di sini

sesungguhnya tak ada yang spesial dari kisah trip ini, karena kereta yang saya naiki ini sudah pernah saya jajal sebelumnya pada 6 bulan sebelumnya..

*lihat postingan ini

cuma ada hal yang berbeda kali ini yang rasakan, ketimbang pas naik KA ini di periode sebelumnya.. terus selain itu rute dan jam keberangkatannya pun juga beda.. maklum kala itu perka KA Kertajaya berubah per 1 Juni 2014, utamanya yang keberangkatan dari timur alias Surabaya Pasarturi dari yang tadinya sore menjadi malam hari dari sana..

lantas, perbedaan apakah yang saya rasakan pada trip kedua saya dengan Kertajaya saat itu?

hehe.. untuk lebih jelasnya, simak saja ulasannya di bawah ini..


Harusnya, acara yang saya hadiri di daerah Pekalongan (tepatnya di dusun Wiradesa, kab. Pekalongan) di hari itu tgl 26 Oktober 2014, telah usai dan tuntas pada waktu jam 13:00. Tapi karena jadwal kepulangan saya dengan kereta Kertajaya (di stasiun Pekalongan) masih sekitar 13 jam lagi, maka otomatis saya pun harus nunggu selama itu. Waktu itu, merasa nggak masalah sih soalnya dengan begitu saya nggak harus buru-buru cabut dari TKP acara alias bisa santai-santai dulu (saya bahkan sempat tidur dulu lho..hehe). Namun begitu, waktu itu sempat kefikiran juga; jika ini teman-teman (para peserta acara yang lain) sudah pada bubar jalan semua, lha saya lantas mau ngapain/kemana? tetap stay di sini sampai jelang keberangkatan kereta saya? bukannya nggak mau sih, karena toh tuan rumah tempat acara pasti welcome koq ke para tamu acara walau acara sejatinya telah usai..

*ya harap maklum, soalnya TKP acara kan di rumah pribadi seseorang..bukan gedung atau tempat fasilitas umum

 

Yang saya khawatirkan waktu itu adalah; saya nggak ada temannya di sini (TKP acara). Emang sih, sama sang empunya hajat a.k.a tuan rumah acara saya kenal dan akrab. Tapi karena maqom kita beda (ybs statusnya kyai coy), jadinya saya merasa agak segan gimana gitu (baca: merasa malu & tak pantas). Namun kekhawtiran saya itu pada akhirnya "nggak terbukti", karena belakangan pas malamnya kita ada acara tambahan, terkhusus buat para peserta acara yang masih bertahan atau yang belum pada pulang..

FYI: umumnya yang masih bertahan itu para panitia dan beberapa peserta lokal

Nah mendengar bakal ada acara ekstra itu, sontak saya langsung antusias. Tapi saya antusias bukan karena ini akan jadi sekedar sebagai pengisi waktu saja, tapi karena acara ekstranya itu adalah:
sowan dan silaturahmi ke kediamannya habib Luthfi bin Yahya Pekalongan..

Saya wajar antusias (dan senang juga tentunya), soalnya beliau itu adalah salah satu tokoh ulama atau habaib yang saya kagumi dan saya idolai. So seandainya bisa bertemu beliau langsung (di rumahnya lagi), tentu akan jadi kebanggaan buat saya tersendiri.. Hehe

*waktu itu senangnya bukannya kepalang lho bro (padahal belum tentu pas waktunya nanti kita benar-benar ketemu)

Dan pada akhirnya acara sowan dan silaturahmi ke ndalemnya habib Luthfi bin Yahya itu benar-benar terlaksana. "Alhamdulillah, senang dan bangganya bisa bertemu beliau langsung" begitu perasaan hati saya kala itu..

 

Skip

Selesai acara ekstra, kemudian saya tetap stay di rumahnya habib sambil nunggu jam keberangkatan kereta. Lho koq esih nang kono? Bukane acarane wis rampung tah? Hehe jadi begini, acara intinya mah (ketemu beliau) memang sudah selesai karena beliau selanjutnya mau ada acara lain. Tapi waktu itu kita-kita ada yang istirahat bin leyeh-leyeh dulu di beranda rumahnya, khususnya teman-teman yang dari luar kota dan tidak berangkat rombongan. Semantara untuk teman-teman yang dari peserta & panitia lokal, selanjutnya pada bubar jalan..

Skip again

Dan tepat pas jam setengah 2 dini hari, dengan diantar oleh teman (orang yang jemput saya juga pas saya tiba di kota ini) akhirnya saya tiba di stasiun Pekalongan guna persiapan naik kereta untuk kepulangan saya ke Jakarta. Sebelumnya kami sempat cari makan dulu di sebuah warung lesehan di daerah sekitar kota Pekalongan..

FYI: teman saya yang menjemput & mengantarkan saya ini adalah orang setempat tapi sekaligus juga kawan dekatnya tuan rumah acara..saya waktu itu nggak minta dia buat antar atau jemput saya dari & ke stasiun, tapi dianya sendiri yang nawarin

 

Karena waktu itu sudah 1 jam menjelang keberangkatan, maka saat itu juga pas datang ke stasiun saya langsung boarding pass. Oh ya sekedar info; aslinya tiket KA yang akan saya naiki ini tertulis dari Semarang karena waktu pas reservasi saya ingin pulang dan atau naiknya dari kota itu (waktu itu sempat punya rencana ingin main dulu ke kota lumpia pasca ke Pekalongan). Namun karena beberapa hal, rencana tersebut akhirnya urung terlaksana..


plang stasiun Pekalongan yang tampak terang jika di malam hari

 pintu masuk ruang boarding passnya PK

 suasana di tempat fasilitas CTMnya.. walau sudah tengah malam, tapi tetap saja ada yang pakai

ruang CSnya yang tampak sudah tutup

*ya iyalah, secara ini sudah larut malam..apalagi kebetulan ruang fasilitas CS itu hanya buka dari pagi sampai sore saja

sedang yang ini suasana di counter tiketnya a.k.a loket



suasana area peronnya PK pada saat saya pertama kali masuk

plang penunjuk arah yang ada di stasiun ini (maaf jika tulisannya nggak kebaca)


nah kalau ini denah stasiunnya Pekalongan


dan ini suasana ruang tunggunya yang lengang bin hening

*wajar lah, lha wong saat saya masuk ke peron PK tuh sudah jam 2 dini hari

Dan perlahan tapi pasti kereta yang saya tunggu-tunggu pun yaitu KA Kertajaya dengan tujuan akhir stasiun Pasar Senen, tiba jua di stasiun ini (saat itu hitungannya tepat waktu). Setelah kereta datang lalu saya pun bergegas naik. Cuma sayang kala itu saya nggak mendapatkan bagasi karena sudah dipenuhi oleh barang-barang bawaan dari penumpang lain yang naik dari stasiun-stasiun sebelumnya..

*nasib penumpang yang naik di stasiun tengahan ya kadang gini..hikz

Lantaran kondisi itu, dengan terpaksa barang bawaan yang saya bawa di trip kepulangan ini akhirnya saya taruh di kolong kursi tempat duduk saya. Dan keapesan saya nggak cuma soal bagasi saja. Tapi saat itu di lantai sekitar tempat duduk saya ada yang lesehan tidur. Yang bikin saya gondok, orangnya gede a.k.a gendut bin tambun. Gara-gara hal itu, jadilah space lantai di kursi saya nyaris nggak ada dan itu menyebabkan saya agak susah buat sekedar merebahkan kaki..

*masa iya, gw harus duduk sila di sepanjang perjalanan kereta ini? #capedehh


Tapi beruntungnya saya, temperatur hawa di dalam kereta saat itu sangat dingin sekali (mungkin ACnya berfungsi dengan baik) hingga cukup membuat nyaman saya selama di perjalanan ini. So walau saya harus duduk dengan bersempit-sempit ria, saya tetap bisa enjoy menikmati trip ini. Bahkan saking enjoynya, saya masih bisa tidur pulas lho di kereta.. Haha

*mungkin ini efek kecapean juga kali ya..hehe

Selanjutnya kereta pun kemudian meninggalkan kota Pekalongan, untuk menuju stasiun-stasiun yang ditujunya. Seiring dengan itu, perlahan sinar hangat dari sang mentari juga mulai menyambut kami. Dan itu berarti, hari esok sudah menyapa kami di perjalanan hari itu..

suasana area peronnya stasiun Tegal, saat kami berhenti di sana pada perjalanan malam itu

penampakan rangkaian KA Kertajaya saat berhenti di TG kala itu
suasana di kereta saya, saat perjalanan lepas TG

stasiun Cirebon Prujakan, stasiun yang juga jadi tempat pemberhentian KA ini pada malam itu

suasana yang terekam di CNP pada saat itu

ini plang prabu Kertajaya yang sempat saya take pas berhenti di CNP

Dan dalam pada itu, laju kami pun tak terasa sudah memasuki kawasan Daops 1. Memang perjalanan sang Prabu Kertajaya di hari itu terbilang lancar. Ia hanya kena hambatan pas memasuki stasiun Cirebon saja. Kala itu kami berhenti cukup lama (bukan berhenti normal) karena kami harus menunggu KA Ciremai Expres berangkat dari stasiun itu untuk menuju Bandung..

di stasiun inilah pada waktu itu langkah perjalanan kita sempat tertahan

suasana di kereta saya, saat perjalanan lepas stasiun Cirebon

Skip

Hari pun semakin siang, saat tanpa sadar saya tetiba terbangun lagi dari sebuah mimpi yang sekejap (ketiduran lagi ceritanya) yang ntah sejak dari petak mana. Saat itu belum juga raga dan otak saya "fresh", tiba-tiba saya keburu ngeh kalau perjalanan sya dengan KA Kertajaya di hari itu sudah akan mendekati titik akhir. Ya waktu itu sitkonnya si prabu Kertajaya akan memasuki stasiun Pasar Senen beberapa saat lagi..

"Oh my God!!! Untung belum kelewat.."

Saya wajar rada kaget soalnya kalau saya terus ketiduran dan nggak sempat terbangun, bisa-bisa nanti saya turun di stasiun terminusnya KA ini yaitu di Tanjung Priok. Nggak masalah sih sebenarnya turun di sana juga. Cuma waktu itu mikirnya, takut nggak tahu caranya kalau mau sambung lagi angkutan umum lain ke Bogor..

FYI: saat itu KA Kertajaya stasiun terminusnya masih di TPK kalau di daerah Jakarta

suasana yang terjadi di kereta saya, saat sang prabu Kertajaya akan landing pagi itu di PSE
no kode kereta saya kalau dari dalam

Dan finaly, sang Prabu Kertajaya pun landing jua di stasiun Pasar Senen di pagi itu pada sekitar jam 8an (telat hampir 1 jam). Karena tujuan saya di stasiun ini, maka saya pun turun dari kereta bersama sebagian besar penumpang lainnya..


penampakan rangkaian KA Kertajaya, saat baru saja tiba di PSE kala itu

dan ini suasana keriuahan para penumpangnya yang baru pada turun dari kereta

yuhuuu, ternyata di hari itu sang prabu Kertajaya digawangi loko favorit saya yaitu CC 203 series

Ok karena ceritanya telah sampai di tujuan, berarti tuntas ya saya mewartakan cerita perjalanan saya dengan KA Kertajaya pada saat itu..


Lho, emang udah beres ya?

Iya, emang mau nyeritain apa lagi kalau "bahan"nya udah nggak ada..

Lha terus lapkanya gimana? Kan belum..

Tenang coeg! ini baru mau gw posting..

*padahal mah datanya baru nemu..wakakakak


Pekalongan 02:20-02:25
Tegal 03:14-03:19
Babakan 04:03-04:05
Cirebon Prujakan 04:32-04:38
Cirebon 04:44-04:51 x Ciremai Ekspres berangkat
Haurgeulis 06:00-06:03
Cikampek 06:43
Lemah Abang 07:12-07:17
bertemu KA Gajah Wong 08:03
sinyal masuk PSE 08:04-08:06
Pasar Senen 08:08

 
Sekarang saya pamit undur dulu. Bye bye. Dan sampai jumpa di TR saya berikutnya..

Emang mau bikin TR apa lagi sih? Bisikin eyke dong say..
Rahasia atuh bro..?!!
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[TR] KA Menoreh 150 Pasar Senen-Semarang Tawang

Mencoba KA Premium, di Mataram Premium

[TR] KA Bima 44, Gambir-Purwokerto (17 Agustus 2016)